Parosil juga berpesan agar seluruh lapisan masyarakat menjunjung tinggi rasa toleransi dalam berbudaya, berbangsa, bernegara dan beragama, saling menghargai dan menghormati antar sesama, satu rasa satu jiwa, dan NKRI harga mati merupakan cermin dan tujuan dalam persatuan.
“Karena Indonesia Negara Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda suku dan agama tetapi tetap satu,” singkat Parosil.
Sementara Ketua Parisada Hindu Darma Indonesia (PHDI) Sutarwan mengungkapkan, anggaran pembangunan Pure (tempat sembahyang) tersebut merupakan swadaya masyarakat setempat.
“Anggarannya sekitar Rp250 juta dan ini merupakan inisiatif masyarakat yang sangat minoritas,” terangnya.
Baca Juga : Parosil Mabsus Buka Event Gas Amal Masjid Miftahul Huda Lambar
Menurutnya, pihak panitia telah mengusulkan bantuan ke Pemerintah Pekon yang disampaikan ketika Musrenbang tingkat pekon.
“Mudah-mudahan dapat dibantu,” pungkasnya.
