Hasil pembacaan atas segala yang ada dalam masyarakat berkebudayaan Sai Batin di Lampung, memperlihatkan kedudukan dan posisi penting Sekala Bekhak sebagai satuan peradaban yang lengkap dan terwariskan.
Keberadaan Sekala Bekhak tampak sangat benderang dalam peta kebudayaan Sai Batin, sebagai satu tiang sangga utama pembangun masyarakat Lampung.
Bahkan, telah diakui, Sekala Bekhak sebagai cikal bakal atau asal muasal tertua leluhur “Suku Lampung”. Bahkan keberadaan Sekala Bekhak, berada dalam kisaran waktu strategis perubahan peradaban besar di Nusantara, dari Hindu ke Islam.
Pada abad ke-15 kedatangan empat kelompok masyarakat yang menduduki sekitar Danau Ranau. Di sebelah barat danau dihuni oleh orang-orang yang datang dari Pagaruyung Sumatera Barat dipimpin Dipati Alam Padang.
Sementara itu, tiga kelompok lainnya berasal dari Sekala Bekhak. Tiga kelompok orang-orang Sekala Bekhak tersebut dipimpin Raja Singa Jukhu (dari Kepaksian Bejalan Diway), menempati sisi timur danau.
Di sisi timur danau pula, kelompok yang dipimpin Pangeran Liang Batu dan Pahlawan Sawangan (berasal dari Kepaksian Nyekhupa) bertempat. Sementara kelompok yang dipimpin Umpu Sijadi Helau menempati sisi utara danau.
