Way Tenong – Berakhir nya musim panen kopi menyebabkan Kabupaten Lampung Barat dilanda Paceklik. Indikatornya, terlihat dari menurunya pendapatan pedagang di sejumlah pasar tradisional di Lambar.
Jemby salah pedagang sepatu keliling mengatakan, saat ini terjadi penurun omset mencapai 80 persen. Biasa nya sebelum musim Paceklik, dirinya mampu meraup omset Rp 1 – 2 juta. Saat ini pendapat hanya berkisar Rp 300 – 500.
“Musim Paceklik telah tiba sejak bulan lalu. Jadi ada penurun omset. Paceklik Biasa nya dimulai bulan 10 – bulan 3. Ini siklus tahunan mas,” jelas nya, kepada Lappung.com, Minggu 19 Desember 2021.
Hal serupa juga disampaikan Alwi Pedagang grosiran makanan keliling. Menurut nya, kini permintaan barang dari warung-warung kelotong yang menjadi langanan tetap nya tengah menurun. Dan mereka cenderung menahan diri untuk pembelian dalam jumlah besar.
“Ya, saat ini tengah Musim Paceklik petani kopi. Ada penurunan omset perdaganganan. Para pelanggan kami tak berani beli dalam jumlah besar. Mereka belanja sekedar nya hanya untuk persediaan di warung saja, jelas Awly. (dsm)
