Berdasarkan kondisi geologisnya, gap tinggalan arkeologi yang terjadi antara wilayah hulu dan hilir, yang diindikasi mulai terjadi sejak di wilayah tengah, yaitu di wilayah Suoh, sangat mungkin berkaitan dengan peristiwa kebencanaan yang berdampak pada terganggunya deposit arkeologi di wilayah tersebut.
Situs Negeri Ratu di Suoh dan juga tiga situs toponim lainnya yaitu Tambelang, Mulang Maya dan Tandjung Jati merupakan lokasi-lokasi permukiman kuno yang ditinggalkan karena banjir.
Inilah yang menjadi penyebab sepinya wilayah barat dari catatan sejarah selain karena faktor kerentanan bencana, dan tampaknya sudah terlihat sejak lama, dicatat pula oleh pendatang asing yang mengaitkannya dengan kondisi alam dan geografisnya yang tidak terlalu mendukung.
Oleh karena itu Pariwisata pada kabupaten Lampung Barat seharusnya tidak hanya berpusat pada pariwisata alam saja yang dikelola tetapi juga wisata budayanya.
